Terakhir Diperbarui APRIL 2024

Lokasi Utama Kuman di Ritel, Kelontong & Layanan Makanan

Menempatkan pembersih tangan dan rambu di area umum ritel, kelontong, dan layanan makanan merupakan langkah ke arah yang benar. Tetapi penelitian menunjukkan langkah itu tidak cukup untuk menimbulkan dampak nyata. Menargetkan “lokasi utama” dengan protokol higienitas tangan dan permukaan, merupakan langkah kunci untuk mengurangi penyebaran kuman.



Menciptakan tempat belanja dan makan yang lebih higienis tidak hanya dilakukan di toilet. Permukaan yang disentuh oleh banyak orang di sepanjang hari seperti kereta belanja, gagang pintu, area persiapan makanan, dan terminal kredit layar sentuh — harus dibersihkan dan didisinfeksi setiap hari untuk membantu memutus rantai penularan kuman.

Apa pun permukaan yang mungkin mereka sentuh di sepanjang hari, berikan ketenangan pikiran kepada staf dan pelanggan Anda dengan memberikan solusi pembersihan dan disinfektan untuk membantu memutus rantai penularan kuman.

Membersihkan area lokasi utama ini akan membantu mengurangi kuman di fasilitas kelontong, ritel, dan layanan makanan

  • Keranjang belanja
  • Gagang pintu
  • Terminal layar sentuh
  • Titik sentuh makanan depan rumah dan belakang rumah

Pembersihan menghilangkan kuman, kotoran, dan kontaminasi dari benda-benda yang permukaannya banyak disentuh. Pembersihan bekerja dengan menggunakan sabun (atau detergen) dan air untuk menghilangkan kuman secara fisik dari permukaan. Proses ini tidak serta-merta membunuh kuman, tetapi dengan membuangnya, hal itu menurunkan jumlah dan risiko penyebaran infeksi.

Pendisinfeksian membunuh kuman pada permukaan atau benda. Pendisinfeksian bekerja dengan menggunakan bahan kimia untuk membunuh kuman pada permukaan atau benda.* Proses ini tidak serta-merta membersihkan permukaan yang kotor atau menghilangkan kuman, tetapi dengan membunuh kuman pada permukaan setelah dibersihkan dapat lebih menurunkan risiko penyebaran infeksi.

Penyanitasian menurunkan jumlah kuman pada permukaan atau benda ke tingkat yang aman, sebagaimana dinilai oleh standar atau persyaratan kesehatan masyarakat. Proses ini bekerja dengan membersihkan atau mendisinfeksi permukaan atau benda untuk mengurangi risiko penyebaran infeksi.

Langkah-langkah untuk memudahkan mendorong kebiasaan pembersihan dan higienitas

Langkah 1
Bersihkan permukaan benda yang sering disentuh — gunakan detergen atau sabun dan air sebelum disinfeksi.

Langkah 2
Disinfeksi permukaan — gunakan disinfektan yang sesuai. Ikuti instruksi pabrik untuk aplikasi dan waktu tunggu.

Tahukah Anda?

  • Dalam kurun waktu 24 jam, rata-rata orang dewasa menyentuh 7.200 permukaan1 dan menyentuh wajah mereka 552 kali2.
  • Penelitian telah menunjukkan bahwa keran air mancur memiliki bakteri 19 kali lebih banyak daripada dudukan toilet.3
  • Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr. Charles Gerba pada kereta belanja menemukan E. coli pada hampir setengah dari kereta belanja yang diuji. Kuman-kuman ini dapat berpindah dari kereta belanja ke tangan Anda, ke makanan yang Anda pilih, dan kemudian ke wajah, jika tangan menyentuhnya.4

Informasi yang terkandung di sini adalah praktik terbaik yang direkomendasikan, dan tidak menggantikan rekomendasi atau peraturan apa pun yang diamanatkan oleh undang-undang dan peraturan lokal.

*Permukaan Kontak Non-Makanan

Sumber: https://www.cdc.gov/flu/school/cleaning.htm

1 Zhang, N., Li, Y. and Huang, H., 2018. Surface touch and its network growth in a graduate student office. Indoor air, 28(6), pp.963-972
2 A frequent habit that has implications for hand hygiene Kwok, Yen Lee Angela et al. 2015. American Journal of Infection Control, Volume 43, Issue 2, 112 – 114
3 https://www.nsf.org/consumer-resources/studies-surveys-infographics/germ-studies/germiest-places-schools
4 Bacterial contamination of shopping carts and approaches to control Gerba C.P., Maxwell S. (2012) Food Protection Trends, 32 (12), pp. 747-749.
 

DAPATKAN SARAN AHLI

Hubungi ahli kami dan temukan cara Meningkatkan Kebersihan dan Memberikan Keyakinan di kamar kecil Anda


contact